dipaNews.com, SAMARINDA – Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kaltim juga menjadi korban akibat bentrok pada aksi yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) pada Senin (8/4/2019) siang di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Kasatpol PP Prov Kaltim I Gede Yusa terluka terkena lemparan batu oleh massa aksi

Petugas Satpol PP Provinsi Kaltim terkena lemparan batu yang berasal dari pengunjuk rasa bahkan Kepala Satpol PP Provinsi Kaltim I Gede Yusa juga menjadi korban.

Dia menuturkan pada saat pengunjuk rasa diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dimuka umum tiba-tiba dari arah pengunjuk rasa muncul lemparan batu.

“Situasi sebelumnya tenang akan tetapi ada dugaan provokasi dari pengunjuk rasa padahal Pemprov sudah berdialog. Anggota saya terkena lemparan batu saya juga terkena lemparan batu dari kumpulan massa. Anggota terkena lemparan batu di bagian kepala dan badan hingga berdarah, bahkan saya juga terkena lemparan batu,” ujar Gede saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Senin (8/4/2019) sore.

Dia sangat menyayangkan atas terjadinya chaos yang terjadi, pasalnya Pemerintah Provinsi sudah memberikan ruang untuk berdialog terkait tuntutan yang diminta pengunjuk rasa.

“Mahasiwa menyampaikan orasi lebih dari satu jam pak wagub sudah merespon sudah menjelaskan kepada korlap dan masa aksi untuk berdialog. Pak Wagub sangat merespon aspirasi dari Mahasiswa akan tetapi adik adik mahasiswa tidak mau dialog,”bebernya.

Dia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi oleh sebab itu perlu adanya dialog khusus untuk duduk bersama.

Penulis : Putro
Editor : Ipon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here